Tips ke Eropa Ala Backpacker International

Doc. Ezi Nawawi

Disaat kita akan melakukan backpacker ke Eropa, jangan kaget harga disana sangat terkesan mahal, apalagi pada saat kami sebelum berangkat kurs mata uang euro cukup mahal terhadap rupiah, 1 Euro sekitar Rp 16.300,- tentu saja harga yang sangat fantastis untuk seorang backpacker. Padahal berkunjung ke Eropa tidak harus mahal, kalau kita melakukan tips dan trik agar biaya ke Eropa dengan biaya ala backpacker.

Pertama, tiket pesawat promo ala backpacker, tiket pesawat merupakan anggaran yang paling menguras dana pada saat kita bepergian ke Eropa. Sebaiknya anda memesan tiket jauh-jauh hari agar mendapatkan harga yang terjangkau murah dan semaksimal mungkin cari-cari informasi tiket yang promo dari setiap maskapai yang ada sesuai rute yang kita tuju. Diusahakan bagi seorang backpacker untuk menghindari bepergian di musim summer atau musim panas. Karena dimusim panas banyak sekali orang yang pergi ke Eropa.

Kedua, penginapan dan transportasi ala backpacker, untuk menghemat anggaran sebaiknya menginap di hostel Eropa yang bersih dan nyaman, tapi dekat dengan kota, jangan ambil yang pinggiran kota karena akan mengeluarkan ongkos yang banyak menuju kota. Cari yang murah dekat kota sehingga membuat lebih banyak menghemat waktu, tenaga dan ongkos, selain itu juga mudah untuk mencari tempat makan,  jangan coba-coba menginap di hotel bintang 4 atau 5 biasanya sangat mahal apalagi dimusim panas bisa dua kali lipat harganya.

Bagi seorang backpacker, sebaiknya menggunakan transportasi publik karena jauh lebih murah seperti flix bus, kereta. Jangan coba-coba menggunakan taksi karena kami pernah mencoba sewaktu di eropa harganya 30-40 euro jauh-dekat, harga yang sangat pantastis 20 kali lipat dibandingkan dengan naik bus.

Waktu kami di Paris, kami biasanya menggunakan angkutan metro atau subway (kereta cepat yang berada dibawah tanah untuk rute pinggiran kota dan kota). Untuk backpacker sangat efisien dan tidak bebas macet. Kita bisa membeli tiket di stasiun atau di loket-loket khusus di stasiun.

Apabila anda ingin berlama-lama di Paris misalnya, anda sebaiknya menggunakan tiket terusan sepeeti paris visite yang lebih ekonomis dan praktis dan bisa digunakan untuk menjelajah kota Paris. Untuk peta anda bisa dapatkan di stasiun-stasiun atau torist information, anda harus mengetahui line apa, warna apa, dan berhenti dimana. Kalau di jakarta ada trans Jakarta ada bisa mempelajarinya dan sangat mudah bahkan sangat jelas.

Ketiga, minum dan makan ala backpacker, di eropa air minum perbotolnya sangat mahal sekitar 2 sampai 3 euro, tips nya buat backpacker agar membawa botol aqua dan diisi dihostel sebelum bepergian. Kebanyakan air keran di Eropa, air nya bisa diminum seperti di taman terdapat tap water, di bandara, di mall atau dihostel.

Kalau pun terpaksa untuk beli air belilah di supermarket atau minimarket karena harganya terjangkau sekitar 60 sen euro sampai 1 euro. Untuk makan diusakan tidak direstoran dan kafe-kafe biasanya tarifnya cukup mahal sekitar 16-21 euro untuk sekali makan. Tapi kita bisa mensiasati makan yang murah seperti hotdog,  burger, kebab atau satu potong pizza harganya sekitar 2-4 euro, dengan porsi yang lumayan besar.

Keempat, Jalan kaki dan toilet umum ala backpacker, seorang backpacker ketika berada di eropa memungkinkan untuk mengeksplor tempat-tempat wisata dengan berjalan kaki. Karena petunjuk arah di eropa sangatlah jelas dan kotanya tidak terlalu luas. Mengenai toilet umum sebaiknya bagi seorang backpacker untuk menghidari karena sekitar 80 cen -1 euro biayanya. Jadi solusinya, carilah toilet gratis seperti pergi ke pusat pertokoan besar dan mall tips lainnya adalah pada saat anda makan di kafe atau di restoran sebaiknya anda memanfaatkan fasilitas toilet gratis disana.

Kelima, membeli oleh-oleh dengan uang tunai ala backpacker, sebaiknya jangan belanja di gedung-gedung besar yang ber AC atau mal karena harganya mahal, tapi carilah kios-kios atau pasar tradisional. Seperti waktu kami mau menuju ke menara Eiffel, kami melihat banyak sekali oleh-oleh yang berada di ruas-ruas jalan tentu harganya sangat terjangkau. Memakai uang tunai akan lebih menghemat bagi seorang backpacker dari pada menggunakan kartu kredit.