Cerdas dan Tidak Gampang Terprovokasi Di Media Sosial

Ilustrasi via pixabay.com

Media sosial atau lebih dikenal dengan sebutan medsos, seperti Facebook, Twiter, Blogger, Youtube, Linkedln dll, saat ini mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut merupakan dampak sosial dari kemajuan internet dan dan teknologi. Media sosial seakan-akan menjadi ‘dunia kedua’ bagi masyarakat untuk melakukan interaksi hingga mengungkapkan ekspresi dengan sesama.

Selain untuk media interaksi, media sosial juga merupakan media informasi. Banyak sekali informasi yang dapat kita ketahuai dari media sosial, karena memang media sosial merupakan ladang basah dalam mempercepat tersebarnya sebuah informasi. Mulai dari informasi yang benar adanya, hingga informasi bohong dan tidak bisa dipertanggung jawabkan ( Hoax ).

Dari saking banyaknya informasi beragam yang tersebar di media sosial, tak jarang dari informasi tersebut mengandung pernyataan, gambar dan video yang memprovokasi, yang sengaja di sebarkan dan di viral-kan dengan maksud dan tujuan tertentu. Parahnya, sebagian besar pengguna media sosial langsung percaya tanpa mengkaji dan menelusuri terlebih dahulu, hingga pengguna menanggapi kemudian membagikan (share) konten yang berisikan informasi yang masih belum dipastikan kebenarannya. Akibatnya konten tersebut menyebar bak virus dengan cepat, hingga mempengaruhi banyak pengguna media sosial yang lain.

Banyak sekali kejadian-kejadian yang ‘mengerikan’ di dunia nyata, akibat konten yang memprovokasi di dunia maya (internet). Di indonesia, media sosial biasanya ramai dengan konten yang mengandung nada provokatif pada saat momen-momen tertentu, seperti Pilpres, Pilgub, Pilkada dan momen penting lainnya. Kebencian terhadap tokoh, golongan, ras, etnik, budaya dan organisasi tertentu kadang menjadi sebab seseorang atau kelompok tertentu melancarkan aksinya dengan membuat konten provokatif di media sosial.

Lantas, bagaimana cara agar kita selamat dari pengaruh konten di media sosial yang punya dampak memprovokasi? Untuk anda yang punya akun media sosial, lebih-lebih yang sangat sangat aktif berinteraksi di media sosial harus punya filter khusus dalam menyaring segala informasi. Sehingga informasi yang di dapat menjadi bermamfaat dan tidak terjebak dalam informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Pada kesempatan ini, sebagai referensi, Saya membagikan tips agar aktifitas online menjadi lebih aman dan meminimalisir dari pengaruh konten negatif dan provokatif.

  1. Hindari Akun Anonim
Baca Juga:  Berfikir Menjadi Penulis

Akun anonim adalah akun media sosial dengan informasi akun yang tidak jelas. Biasanya, akun ini meniadakan atau tidak mencantumkan personal info dengan benar. Data diri seperti nama, alamat dan keterangan lain pemilik akun tidak ada atau tidak ditampilkan.

Provokator di media sosial kebanyakan menggunakan akun anonim untuk melancarkan aksinya. Karena, ketika konten yang dibuat punya dampak sosial, hingga sampai ke ranah hukum misalnya, pelaku kemungkinan besar aman karena identitas dirinya sulit dilacak. Oleh sebab itu hati-hatilah dari setiap informasi yang dibawa oleh akun anonim.

2. Hindari Akun Cloning

Akun cloning atau lebih dikenal dengan akun abal-abal sebenarnya punya kesamaan dengan akun anonim. Hanya saja, sesuai namanya, akun cloning mencantumkan personal info hampir mirip seperti akun asli orang-orang yang  punya status sosial seperti artis, tokoh politik, tokoh agama dan orang-orang yang punya kredibilitas di mata masyarakat.

Oknum yang tak bertanggung jawab biasanya memamfaatkan akun cloning untuk menyebarkan informasi yang kebanyakan hoax. Alasannya jelas, orang-orang tak bertanggung jawab tersebut memamfaatkan ‘nama besar’ seorang tokoh agar informasi yang dibawa gampang diterima dan dibagikan oleh khalayak ramai. Oleh sebab itu, berhati-hatilah postingan konten akun cloning.

Sebenarnya sangat mudah untuk dapat membedakan apakah akun tersebut tiruan atau akun asli. Akun asli seorang tokoh biasanya mendapat status ‘Verified’ status verified ditandai dengan tanda ‘centang’ pada nama akun.

3. Jangan Mudah Percaya

Hal ini penting saat berinteraksi di media sosial. Jangan mudah percaya bukan berarti tidak mempercayai seluruh konten yang memuat informasi di media sosial. Artinya, kita harus lebih selektif dalam menerima informasi tersebut. Karena media sosial merupakan tempat yang bebas untuk berekpresi, dan menyampaikan informasi apa saja.

Baca Juga:  Menulis untuk Perubahan Dunia

Media sosial tidak punya filter khusus untuk menyaring apakah informasi itu benar atau salah. Oleh sebab itu, menganalisa untuk mengetahui seluk-beluk informasi di media sosial merupakan suatu keharusan, agar informasi tersebut tidak sampai mempengaruhi kita, hingga akhirnya memprovokasi.

4. Biasakan Membaca Komentar Postingan

Biasanya, ketika ada postingan yang mengandung nada memprovokasi, postingan tersebut mengundang banyak komentar. Komentar yang disampaikan-pun beragam. Dari komentar-komentar para netizen, sebenarnya dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan, untuk menganalisa, apakah postingan tersebut benar adanya atau hoax dan punya maksud tertentu. Jadi, biasakan membaca komentar terlebih dahulu sebelum ikut menanggapi.

Jika dari komentar-komentar tersebut anda sudah punya kesimpulan bahwa konten tersebut tidak benar adanya, usahakan anda untuk tidak ikut menanggapi atau mengomentari konten tersebut. karena, semakin anda menanggapi, maka semakin viral konten bohong tersebut.

5. Laporkan Konten

Semua situs media sosial mempunyai fitur ‘laporkan konten’. Fitur tersebut dapat digunakan oleh pengguna jika ada konten yang di posting oleh pengguna lain melanggar aturan-aturan atau konten tersebut menggangu. Konten yang dilaporkan nantinya akan dihapus, jika konten tersebut benar-benar melanggar aturan yang berlaku.

Fitur ini sangat penting dimaksimalkan penggunaannya. Karena dengan fitur ini, kita dapat membantu situs sosial media untuk menindak lanjuti konten-konten yang punya sisi negatif. Sehingga, konten tersebut tidak menyebar pada khalayak ramai.

Oke itu dia cara Cerdas dan Tidak Mudah Terprovokasi Di Media Sosial yang dapat membantu kamu untuk lebih aman dari konten yang bersifat provokatif. Diharapkan dengan beberapa tips yang sudah saya bagikan, dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menyikapi konten yang punya nilai dan dampak negatif. Jika ada tips lain yang perlu ditambahkan, silahkan tinggalkan di kolom komentar. Terakhir, Terima kasih untuk yang menyempatkan membaca artikel ini.

Baca Juga:  Di Balik Kamuflase Cinta Sejati