Asa Caleg Bersih dari Korupsi

Amin Said Husni via suarajatimpost.com

Pada tanggal 7 Maret 2018, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni (ASH) mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai kabupaten paling berprestasi dalam pencegahan korupsi.

Cerita tentang prestasi ini lalu ditulis oleh Amin Said Husni dalam Opini Jawa Pos, pada tanggal 9 Maret 2018.

Sisi menarik dari penghargaan ini adalah saat beberapa waktu kemudian kepala daerah di Jawa Timur terkena OTT KPK. Mulai dari Pamekasan, Jombang, Kota Malang hingga di Kota Mojokerto.

Apa yang tersisa dari rentetan OTT dan prestasi dari ASH adalah asa tentang pejabat yang mampu mencegah dirinya dari korupsi. Bahkan mampu menciptakan sistem pemerintahan yang dapat mencegah pejabatnya untuk korupsi.

Selama ini, politisi dan pejabat di pemerintahan identik dengan koruptor. Tiap waktu terjadi OTT terhadap pejabat di daerah hingga pusat. Hal ini mengakibatkan adanya krisis kepercayaan terhadap politisi dan dunia politik.

Tidak sedikit yang antipati dan malah menganggap ruang politik sebagai ruang kotor dan najis. Tetapi sikap antipati ini tidak bisa menyelesaikan masalah. Proses politik tetap niscaya dilakukan dalam ruang demokrasi.

Untuk itulah, ruang demokrasi harus dikembalikan kepada rakyat. Koruptor merampas hak hak rakyat. Parahnya, banyak mantan napi koruptor yang kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota legisltif. Walaupun KPU telah membuat undang undang tentang larangan napi koruptor, tetapi faktanya beberapa partai tetap mencalonkan mantan koruptor sebagai anggota legislatif.

Uniknya dalam beberapa kasus, beberapa koruptor yang kembali mencalonkan diri sebagian terpilih lagi. Tentu pengalaman sebagai napi tak akan membuatnya jera melakukan korupsi.

Tampaknya memang dalam beberapa kasus korupsi memang dibenci. Tetapi praktek money politic terkadang mampu menebusnya. Sehingga tidak ayal akan terpilih lagi. Jika ini yang terjadi, maka lingkaran setan berupa korupsi dan money politic tak bisa dihindarkan akan terus terjadi.

Baca Juga:  Media Penyiaran dalam Pusaran Pemilu

Untuk itulah saya tertarik saat ASH selepas menjadi bupati mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Jejak rekam dirinya yang mendapatkan prestasi dalam pencegahan korupsi menjadi asa yang dapat mengembalikan sedikit demi sedikit kepercayaan terhadap politisi.

Karena bagaimanapun, bersih dari korupsi merupakan indikator paling dasar dari pejabat. Tak perlu teriak teriak untuk menyejahterakan rakyat bilamana dirinya ternyata korupsi. Demikian juga tak perlu pencitraan sebagi bagian dari rakyat bila saat menjadi pejabat malah merampas hak hak rakyat. Sehingga indikator awal tentang pejabat yang bersih dari korupsi merupakan suatu keniscayaan.

Pada saat inilah, di tahun 2019 menjadi momentum yang tepat untuk benar benar melihat rekam jejak dan prestasi para pejabat dalam menentukan pilihan. Terutama dalam komitmen pemberantasan korupsi. Amin Said Husni salah satunya.

Sebagai warga banyuwangi dan generasi millenial, saya mengajak anak anak muda untuk menjadi penentu dalam perjalanan demokrasi. Saya percaya bahwa jumlah generasi millenial yang telah mencapai 100 juta lebih adalah generasi cerdas dan harus peduli dan terlibat dalam menentukan arah politik. Pilih caleg yang punya rekam jejak dan bebas korupsi.